Hari-hari baru d kota yang baru, tanpa teman ataupun kenalan yang bisa di ajak bermain, yang ada hanya keluarga yang ada di kota ini, sepi terasa ketika biasanya hari-hari ku ini di isi dengan tawa dan keceriaan teman-teman ku semasa di bandung dulu, sering terasa berat hati ini meninggalkan bandung karena aku merasa di sanalaha seharusnya aku tinggal dan bekerja setelah menuntasakan kuliah yang ku jalani dengan jerih payah dan keringatku.
Pekanbaru, kota di mana sekarang aku berada kota yang terasa kaku, sepi, dan sangat membosankan, namun aku tidak habis fikir, aku selalu mencari dan ingin memiliki teman dekat serta kenalan untuk bisa membuka fikiranku dan menemaniku di sini, aku mencoba mencari teman lewat facebook, twitter, Google +, dan media sosial lainnya yang saat ini tengah di gandrungi banyak orang. Hari-hari telah aku lewati, namun tidak ku dapat teman di pekanbaru ini, walau akhirnya aku akrab dan bisa adaptasi dengan orang-orang di kantor namun itu belum cukup untukku menajalani hidup di Pekanbaru ini.
Kehidupan berjalan sebagaimana mestinya dan lumayan menyenangkan, aku sudah berkerja sebagai perkerja kontrak di tempat kerjaku yang baru, banyak teman yang kukenal di sini, banyak juga teman yang kudapat di media sosial seperti facebook dan lainnya, namun ada satu kenalan yang selalu aku sapa, ku ikuti perkembangan status dan update-update nya setiap saat, setiap ku buka facebook aku hanya penasaran melihat apa yang ada di facebooknya dan apa yang dia update, baik itu photo, status, hubungannya... dan semua tentang dia. ada hal yang lain dari orang ini akupun tidak bisa mengungkapakanya, entah apa yang kurasakan, apa aku tertantang untuk menaklukan kesombongan dia ketika berteman, berbicara, atau aku tertarik pada dia, "Tidak mungkin, aku kan g kenal dia, chat juga jarang dia balas" itu yang selalu ada dalam fikiran ku, walau kadang chat ku ada di balasnya. namun tetap semakin penasaran hati ini untuk tahu lebih jauh mengenai dirinya, terlebih dia memiliki pengetahuan tentang Kota Pekanbaru ini, aku berfikir bisa mengorek rahasia tentang kota ini dari dia, untuk mecari tahu apa yang menarik di kota ini, apa yang biasa di lakukan orang-orang di kota ini untuk menghilangkan kejenuhan mereka.
Entah karena sebab apa ketika aku membuka Facebook, ysng pertama kulihat adalah notifikasi dari dirimu, kemudian melihat apakah kamu Online atatu tidak, setiap waktu ku buka dari to be Continued
Selasa, 13 Desember 2011
Jumat, 02 Desember 2011
INTERMEZZO
Memang gila, lucu, sulit tuk dipercaya. Cinta bisa datang kapan saja, dari mana saja, dan kepada siapa saja mengarah, baik dari mimpi, kahyalan, dunia nyata, ataupun maya. Apakah mungkin cinta itu datang dan terasa tanpa kita melihat apa yang kita cintai, tanpa menyentuh apa yang kita sayangi, ? ?
Sama sekali tidak bisa diterima akal, secara nalar fikiran kita tentu menolak apa yang terjadi tadi, namun apakah sanggup seseorang mengabaikan rasa yang benar-benar ia rasakan di hatinya,, apakah sanggup seseorang menahan dan tetap menggunakan logika dan mengabaikan perasaan yang ia dapat ketika berbicara dengan orang yang membuatnya jatuh cinta??
Tulisan ini hanya untuk mengingatkan bahwa tidak semua logika bisa di pakai untuk melawan hasrat dan hati yang lebih mendominasi, semakin kita melawan maka semakin kuat kita kehilangan nurani.
God gave us two ears to hear, two eyes to see and two hands to hold.
But why did God give us only one heart? Because he wants us to find the
other one.
So Where' The Other one ????
Mungkin itu yang terlintas dan menjadi pertanyaan semua orang yang belum menemukan pasangan, orang yang belum pernah mencintai, orang yang belum pernah dicintai, apakah benar hati kita membutuhkan pasangan, apakah benar hidup kita harus berdua? kadang banyak orang yang berasumsi " I can Do Anything By my self" (termasuk aku :D). Lama prinsip itu ku pegang lama perkataan itu kujadikan acuan, agar aku tidak tergantung sama orang lain, agar semua tahu aku mandiri, tidak cengeng, g' perlu pacar sebagai teman hati, ada kawan dan sahabat yang selalu menemani, dengan prinsip itulah aku bisa tetap tegar dan berusaha, bisa bertahan dalam hidup ini hingga aku berani bertualang ke mana saja angin membawaku, ke mana saja ada kesempatan untuk lebih baik.
Hingga aku terbawa ke kota Pekanbaru ini aku masih tetap memegang prinsip itu, namu ketika bertemu dengan mu aku baru sadar, dan kau pun sadar prinsip " I can Do Anything By my self" tergantikan dengan " I can Do Everything With You". Perlahan namun pasti kita benar-benar berubah membutukan pasangan dalam hidup ini.
Tulisan ini bukan sepenuhnya ceritaku bukan pula sepenuhnya cerita orang yang aku sayangi, namun tulisan ini sepenuhnya tentang kita, tentang hal-hal yang mungkin banyak dirasakan orang namun tidak berani untuk mempublikasikanya. Malam tadi aku meminta Izin pada orang yang aku sayangi untuk memuat kisah ini dalam blog sederhana ini dalam tulisan yang mungkin norak, g' bermakna, dan membosankan, namu aku hanya ingin kisah kita tertulis sebagai kisah yang terindah dalam hidup kita, sebagai lembaran yang layak dikenang setiap hari, bukan untuk sombong, cari sensasi, dan popularitas, namun untuk mengenang hari-hari kita yang penuh makna dan tawa XD
Langganan:
Postingan (Atom)